Proses Terbentuknya Siklon Tropis

Proses Terbentuknya Siklon Tropis

Dalam meteorologi, siklon tropis (atau hurikan, angin puyuh, badai tropis, taifun, atau angin ribut tergantung pada daerah dan kekuatannya) adalah sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis. Sementara angin sejenisnya bisa bersifat destruktif tinggi, siklon tropis adalah bagian penting dari sistem sirkulasi atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi.

Pengertian Siklon Tropis

Siklon tropis adalah suatu sistem badai yang terbentuk di atas perairan laut tropis, dengan pusat tekanan rendah dan berputar searah jarum jam di belahan bumi utara dan berlawanan arah jarum jam di belahan bumi selatan. Siklon tropis terbentuk karena adanya interaksi antara atmosfer, lautan, dan energi panas yang dihasilkan dari sinar matahari.

Proses terbentuknya siklon tropis dimulai ketika udara panas dan lembap di atas perairan laut tropis naik ke atas dan membentuk awan. Awalnya, awan ini hanya terdiri dari awan-awan cumulus yang berukuran kecil. Namun, ketika udara yang terus naik bertemu dengan lapisan udara yang lebih dingin di atasnya, awan tersebut akan berkembang menjadi awan-awan cumulonimbus yang lebih besar dan lebih tinggi.

Ketika suhu permukaan laut mencapai 27 derajat Celsius atau lebih, air di permukaan laut akan menguap dan membentuk uap air. Uap air ini akan naik ke atmosfer dan membentuk awan-awan yang lebih tinggi lagi, yang disebut sebagai awan konvektif. Pada saat ini, udara di pusat awan menjadi sangat panas dan lembap, sehingga terjadi pergerakan udara yang sangat cepat.

Ketika pergerakan udara ini mencapai kecepatan tertentu, terbentuk pusat tekanan rendah di tengah awan konvektif. Udara panas dan lembap di sekitar pusat tekanan rendah ini akan terus bergerak ke pusat, sementara udara dingin di luar akan terus menggantikan udara yang naik. Inilah yang menyebabkan terjadinya perputaran udara yang khas pada siklon tropis.

Saat siklon tropis semakin membesar dan semakin kuat, kecepatan angin di sekitar pusat tekanan rendah akan semakin cepat dan bisa mencapai kecepatan lebih dari 119 kilometer per jam. Siklon tropis yang sudah mencapai kecepatan ini akan disebut sebagai badai tropis. Badai tropis ini dapat menyebabkan angin kencang, hujan lebat, dan gelombang laut yang tinggi.

Daerah pertumbuhan siklon tropis paling subur di dunia adalah Samudra Hindia dan perairan barat Australia. Sebagaimana dijelaskan Biro Meteorologi Australia, pertumbuhan siklon di kawasan tersebut mencapai rerata 10 kali per tahun. Siklon tropis selain menghancurkan daerah yang dilewati, juga menyebabkan banjir. Australia telah mengembangkan peringatan dini untuk mengurangi tingkat risiko ancaman siklon tropis sejak era 1960-an.

Seperti namanya, siklon tropis tumbuh di perairan disekitar daerah tropis, terutama yang memiliki suhu muka laut yang hangat.

Jumlah siklon tropis yang tumbuh di belahan bumi utara rata-rata 57.3 kejadian dalam satu tahun dan di belahan bumi selatan rata-rata 26.3 siklon tropis dalam setahun (berdasarkan data tahun 1968 – 1989).

Proses Terbentuknya Siklon Tropis

Siklon tropis dapat terbentuk dengan persyaratan berikut ini:

  • Suhu permukaan laut sekurang-kurangnya 26.5 C hingga ke kedalaman 60 meter
  • Kondisi atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus. Awan-awan ini, yang merupakan awan-awan guntur, dan merupakan penanda wilayah konvektif kuat, adalah penting dalam perkembangan siklon tropis.
  • Atmosfer yang relatif lembab di ketinggian sekitar 5 km. Ketinggian ini merupakan atmosfer paras menengah, yang apabila dalam keadaan kering tidak dapat mendukung bagi perkembangan aktivitas badai guntur di dalam siklon.
  • Berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari khatulistiwa. Meskipun memungkinkan, siklon jarang terbentuk di dekat ekuator.
  • Gangguan atmosfer di dekat permukaan bumi berupa angin yang berpusar yang disertai dengan himpunan angin.
  • Perubahan kondisi angin terhadap ketinggian tidak terlalu besar. Perubahan kondisi angin yang besar akan mengacaukan proses perkembangan badai guntur.

Pengertian Tsunami dan Dampaknya

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, proses terbentuknya siklon tropis diawali dengan naiknya udara panas dan lembap di atas perairan laut tropis dan terbentuknya awan-awan konvektif. Selanjutnya, terbentuk pusat tekanan rendah di tengah awan konvektif yang menyebabkan terjadinya perputaran udara dan membentuk siklon tropis yang semakin membesar dan semakin kuat.

Anda telah membaca artikel tentang "Proses Terbentuknya Siklon Tropis" yang telah dipublikasikan oleh Ruang Pintar. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat.

You May Also Like

About the Author: Admin Ruang Pintar

Bukan ahli cuma berbagi ilmu pengetahuan dan informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *